PEMANFAATAN LIMBAH KEHUTANAN
PEMANFAATAN LIMBAH KEHUTANAN
Dosen Penanggung Jawab:
Dr. Agus Purwoko, S. Hut, M.Si
Oleh :
Sri Lestari 191201049
Samuel Gelbard H. 191201050
Stephani Patricia 191201061
Eunike Karennita G. 191201105
M. Fajar As Arif 191201117
Yunita Sihite 191201124
M. Fabian Manalu 191201206
Kelompok 5
HUT 4C
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2021
Puji dan syukur penulis hatarkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun judul dari makalah ini adalah “Pemanfaatan Limbah Kehutanan” yang disusun sebagai salah satu syarat dalam mengikuti praktikum Ekonomi Sumberdaya Hutan, Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara, Medan.
Dalam pembuatan makalah ini, penulis dibantu oleh dosen mata kuliah ekologi hutan yaitu Bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M. Si yang telah membantu dan membimbing penulis dalam pelaksanaan pengerjaan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini belum sempurna, baik dari segi teknik penyusunan maupun dari segi materi dan pembahasan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi penyempurnaan makalah ini.
Halaman
DAFTAR ISI ii
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 2
1.3 Tujuan 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian limbah dan limbah kehutanan 3
2.2 Jenis-jenis limbah beserta contohnya 3
2.3 Kerajinan vas bunga dari limbah ranting 6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 10
3.2 Saran 10
DAFTAR PUSTAKA
Pemanfaatan hutan telah dijelaskan dalam UU no. 41 tahun 1999, tentang kehutanan. Lebih lanjut dijelaskan dalam Undang-undang pemanfaatan hutan yang boleh dilakukan hanyalah hutan industri, yang peraturannya telah diatur lebih lanjut dalam peraturan pemerintah. Peraturan ini mengakibatkan Perusahan industri kayu akan kesulitan untuk mendapatkan bahan baku. Untuk itu Perusahan pengolahan industri kayu, tidak hanya mengejar produk atau sibuk mengirim kayu olahan dari bahan utuh, ketimbang dari bahan limbah kayu. Limbah kayu yang dimaksudkan adalah sisa potongan kecil-kecil baik sisa potongan atau sisa belahan kayu. Kementerian Lingkungan Hidup atau Kantor Gubernur, atau juga kantor Kabupaten dan Kodya setempat nampaknya belum mengeluarkan petunjuk jelas tentang bagaimana memanfaatkan limbah kayu potongan (Sutarman, 2015).
Pada dewasa ini limbah bukanlah hal yang biasa lagi bagi bumi kita ini karena limbah adalah masalah yang serius bagi bumi ini. Semakin banyak limbah yang dihasilkan oleh umat manusia tanpa pengolahan yangtepat maka semakin cepat bumi ini hancur. Oleh sebab itu maka pemanfaatan limbah sangatlah penting untuk mencegah bumi kita ini kotor dan hancur. Dengan demikian dibalik limbah yang tampak tidak berguna, tersimpan keuntungan apabila kita kelola dengan baik, akan menimbulkan bahaya yang besar apabila kita tidak mengelolanya dengan baik. Pengolahan daur ulang kertas menyimpan banyak keuntungan diantaranya menambah pendapatan, mengurangi limbah lingkungan, menghemat energi, dan membantu dunia dari dampak global warming (Arfah, 2017).
Limbah merupakan sesuatu yang telah dibuang atau sudah tidak digunakan lagi yang merupakan hasil dari produksi dari industri atau domestik. Limbah terdiri dari bahan buangan yang dapat menurunkan kualitas lingkungan. Limbah berdasarkan wujudnya yaitu, limbah cair adalah limbah dalam wujud cair yang merupakan hasil dari kegiatan industri dan bisa mencemari lingkungan, limbah gas adalah limbah hasil industri yang dibuang ke udara, limbah padat adalah limbah hasil pengolahan dari industri dalam wujud padatan. Limbah berdasarkan sumbernya, limbah domestik atau rumah tangga adalah limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman penduduk atau rumah tangga dan kegiatan usaha seperti pasar, restoran, gedung perkantoran dan sebagainya. Limbah industri adalah sisa atau buangan dari hasil proses industri. Limbah pertanian adalah limbah pertanian yang berasal dari daerah atau kegiatan pertanian maupun perkebunan. Limbah pertambangan adalah limbah pertambahan yang berasal dari kegiatan pertambangan (Zulkifli, 2014).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian limbah dan limbah kehutanan?
2. Apa saja jenis-jenis limbah beserta contohnya?
3. Apa itu kerajinan vas bunga dari limbah ranting?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk pengertian limbah dan limbah kehutanan
2. Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis limbah beserta contohnya
3. Untuk mengetahui apa itu kerajinan vas bunga dari limbah ranting
Perusahaan industri kayu akan kesulitan untuk mendapatkan bahan baku. Untuk itu perusahaan industri kayu, tidak hanya mengejar produk atau sibuk mengirim kayu olahan dari bahan limbah kayu. Limbah kayu dimaksudkan adalah sisa potongan kecil-kecil baik sisa potongan atau belahan kayu. Diindonesia ada tiga macam industri kayu yang secara dominan mengkonsumsi kayu dalam jumlah relatif besar yaitu penggergajian, vinir/kayu lapis dan pulp/kertas. Yang menimbulkan masalah adalah limbah penggergajian uang kenyataannya dilapangan masih ada yang ditumpuk sebagian dibuang di sungai atau dibakar. Adanya limbah yang dimaksud menimbulkan masalah penanganan yang selama ini dibiarkan membusuk, ditumpuk dan dibakar yang semuanya berdampak negatif terhadap lingkungan sehingaa penanggulangannya perlu dipikirkan. Salah satu jalan yang ditempuh adalah memanfaatkannya menjadi produk yang bernilai tambah dengan teknologi terapan dan kerakyatan sehingga hasilnya mudah disosialisasikan kepada masyarakat (Sutarman, 2015).
2.2 Jenis-Jenis Limbah
Pengelompokan Limbah Berdasarkan Bentuk atau Wujudnya dapat dibagi menjadi empat diantaranya yaitu: limbah cair, limbah padat, limbah gas dan limbah suara.
1. Limbah cair
Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air menjelaskan pengertian dari limbah yaitu sisa dari suatu hasil usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair. Pengertian limbah cair lainnya adalah sisa hasil buangan proses produksi atau aktivitas domestik yang berupa cairan. Limbah cair dapat berupa air beserta bahan-bahan buangan lain yang tercampur (tersuspensi) maupun terlarut dalam air. Limbah cair dapat diklasifikasikan dalam empat kelompok diantaranya yaitu:
• Limbah cair domestik (domesticwastewater), yaitu limbah cair hasil buangan dari perumahan (rumah tangga), bangunan, perdagangan dan perkantoran. Contohnya yaitu: air sabun, air detergen sisa cucian, dan air tinja.
• Limbah cair industri (industrialwastewater), yaitu limbah cair hasil buangan industri. Contohnya yaitu: sisa pewarnaan kain/bahan dari industri tekstil, air dari industri pengolahan makanan, sisa cucian daging, buah, atau sayur.
• Rembesan dan luapan (infiltrationandinflow), yaitu limbah cair yang berasal dari berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melalui rembesan ke dalam tanah atau melalui luapan dari permukan. Air limbah dapat merembes ke dalam saluran pembuangan melalui pipa yang pecah, rusak, atau bocor sedangkan luapan dapat melalui bagian saluran yang membuka atau yang terhubung kepermukaan. Contohnya yaitu: air buangan dari talang atap, pendingin ruangan (AC), bangunan perdagangan dan industri, serta pertanian atau perkebunan.
• Air hujan (stormwater), yaitu limbah cair yang berasal dari aliran air hujan di atas permukaan tanah. Aliran air hujan dipermukaan tanah dapat melewati dan membawa partikel-partikel buangan padat atau cair sehingga dapat disebut limbah cair.
2. Limbah padat
Limbah padat adalah sisa hasil kegiatan industri ataupun aktivitas domestik yang berbentuk padat. Contoh dari limbah padat diantaranya yaitu: kertas, plastik, serbuk besi, serbuk kayu, kain, dll. Limbah padat dapat diklasifikasikan menjadi enam kelompok sebagai berikut:
• Sampah organik mudah busuk (garbage), yaitu limbah padat semi basah, berupa bahan-bahan organik yang mudah membusuk atau terurai mikroorganisme. Contohnya yaitu: sisa makanan, sisa dapur, sampah sayuran, kulit buah-buahan.
• Sampah anorganik dan organik tak membusuk (rubbish), yaitu limbah padat anorganik atau organik cukup kering yang sulit terurai oleh mikroorganisme, sehingga sulit membusuk. Contohnya yaitu: selulosa, kertas, plastik, kaca, logam.
• Sampah abu (ashes), yaitu limbah padat yang berupa abu, biasanya hasil pembakaran. Sampah ini mudah terbawa angin karena ringan dan tidak mudah membusuk.
• Sampah bangkai binatang (deadanimal), yaitu semua limbah yang berupa bangkai binatang, seperti tikus, ikan dan binatang ternak yang mati.
• Sampah sapuan (streetsweeping), yaitu limbah padat hasil sapuan jalanan yang berisi berbagai sampah yang tersebar di jalanan, sperti dedaunan, kertas dan plastik.
• Sampah industri (industrialwaste), yaitu semua limbah padat yang bersaldaribuangan industri. Komposisi sampah ini tergantung dari jenis industrinya.
3. Limbah gas
Limbah gas adalah limbah yang memanfaatkan udara sebagai media. Secara alami udara mengandung unsur-unsur kimia seperti O2, N2, NO2, CO2, H2 dll. Penambahan gas ke udara yang melampaui kandungan udara alami akan menurunkan kualitas udara. Limbah gas yang dihasilkan berlebihan dapat mencemari udara serta dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Zat pencemar melalui udara diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu partikel dan gas. Partikel adalah butiran halus dan masih mungkin terlihat dengan mata telanjang seperti uap air, debu, asap, kabut dan fume. Sedangkan pencemaran berbentuk gas hanya dapat dirasakan melalui penciuman (untuk gas tertentu) ataupun akibat langsung.
Limbah gas yang dibuang keudara biasanya mengandung partikel-partikel bahan padatan atau cairan yang berukuran sangat kecil dan ringan sehingga tersuspensi dengan gas-gas tersebut. Bahan padatan dan cairan tersebut disebut sebagai materi partikulat. Seperti limbah gas yang dihasilkan oleh suatu pabrik dapat mengeluarkan gas yang berupa asap, partikel serta debu. Apabila ini tidak ditangkap dengan menggunakan alat, maka dengan dibantu oleh angin akan memberikan jangkauan pencemaran yang lebih luas. Jenis dan karakteristik setiap jenis limbah akan tergantung dari sumber limbah.
4. Limbah suara
Limbah suara yaitu limbah yang berupa gelombang bunyi yang merambat di udara. Limbah suara dapat dihasilkan dari mesin kendaraan, mesin-mesin pabrik, peralatan elektronikdan sumber-sumber yang lainnya.
2.3 Kerajinan Limbah Vas Bunga dari Ranting-ranting Pohon
Prosedur pembuatan :
1. Dikumpulkan ranting-ranting kering dari pohon rambutan dan pohon getah
2. Dilakukan pemotongan ranting menggunakan gergaji untuk menyelaraskan panjang dari ranting-ranting tersebut. Kemudian ranting-ranting yang sudah dipotong akan dibersihkan menggunakan pisau agar permukaan dari ranting tersebut menjadi halus dan rata.
3. Digunakan lem bakar untuk merekatkan ranting kayu yang satu dengan ranting kayu yang lainnya
4. Proses pelekatan ranting kayu menggunakan lem bakar sekaligus mengisi jarak yang kosong antar ranting kayu menggunakan lem tersebut
5. Kemudian dijemur ranting kayu yang sudah direkatkan menggunakan lem
6. Kemudian dibentuklah semua ranting kayu yang sudah direkatkan tadi sehingga membentuk lingkaran dan kemudian di lem lagi agar merekat dengan kuat
7. Lalu disiapkan pelepah kelapa untuk dekorasi dari vas bunga tersebut sekaligus menutup bagian bawah vas dan disesuaikan ukurannya dengan bagian bawah dari vas tersebut kemudian dibersihkan.
8. Proses pelekatan vas dan pelepah menggunakan lem sekaligus menempelkan adiantum sp sebagai hiasan di vas tersebut
9. Dan inilah hasil dari limbah dari ranting kayu pohon rambutan dan pohon getah yang menjadi vas bunga
1. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik.
2. Limbah kehutanan adalah limbah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri. Contohnya adalah ranting-ranting yang sudah jatuh, daun yang berguguran, potongan kayu, dan lainnya.
3. Limbah dibagi menjadi beberapa jenis yaitu limbah berdasarkan wujudnya, limbah berdasarkan sumbernya, limbah berdasarkan senyawa, dan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).
4. Pemanfaatan limbah kehutanan dapat menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi.
5. Salah satu contoh pemanfaatan limbah kehutanan adalah vas bunga.
Saran
Sebaiknya praktikan lebih memahami dan membaca tentang konsep pengolahan limbah dan lebih berkreasi dalam pengelolaannya.
Nurfatriani. 2016. Konsep Nilai Ekonomi Total Dan Metode Penilaian Sumberdaya Hutan. Jurnal Penelitian Ekonomi Hutan, 2(1): 1-8.
Sunarsih E. 2014. Konsep Pengolahan Limbah Rumah Tangga Dalam Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 5(3): 1-7.
Sutarman IW. 2015. Pemanfaatan Limbah Industri Pengolahan Kayu di Kota Denpasar (Studi Kasus Pada CV Aditya). Jurnal PASTI, 10(1): 15-22.
Purwananto D. 2019. Analisi Jenis Limbah Kayu pada Industru Pengolahan Kayu Di Kalimantan Selatan. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, 1(1).
Zulkifli. 2014. Dasar –Dasar Ilmu Lingkungan. Jakarta: Salemba Teknika.

Komentar
Posting Komentar